Saatnya Kaum Muda Melayani rakyat


politisasi jaring asmara

Belakangan ini para anggota dewan sibuk melakukan jaring asmara guna menjaring aspirasi masyarakat yang dulu memilih dia untuk duduk sebagai wakil rakyat. Namun yang patut kita perhatikan ialah apakah jaring asmara yang dilakukan oleh anggota dewan tersebut murni dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat atau justru memiliki tendensi politik yang lain?
Saya sepakat dengan asumsi yang kedua, bahwa jaring asmara memiliki tendensi politik yang lain. Jaring asmara acapkali digunakan untuk “berkampanye” oleh si anggota dewan, yang akan maju lagi sebagai caleg untuk pemilu 2009. benar memang apa yang dikatakan Lenin bahwa parlemen bourjuasi itu tak lebih sekedar warung obrolan (talking shop). Dan seolah sudah menjadi tradisi dinegeri kita bahwa partai itu akan aktif sekali dalam 5 tahun, yaitu ketika menjelang pemilu saja. Pasca pemilu tentu aktivitas partai menjadi vakum, dan itu fakta karena memang belum ada (bukan tidak mungkin akan ada) partai yang memiliki konsepsi seperti partai gerakan, yang didalamnya terisi oleh aktivis-aktivis yang sehari-hari selalu dekat dengan rakyat dengan melakukan kegiatan-kegiatan semacam advokasi. Mayoritas pengurus partai, atau bahkan caleg-caleg yang akan bertarung di pemilu 2009 memiliki latar belakang sebagai artis dan pengusaha, yang terkadang tidak paham dengan politik dan perjuangan untuk membela rakyat. Justru terkadang mereka sibuk dengan proyeknya sendiri-sendiri.
Dan seolah juga sudah menjadi tradisi kita, bahwa para wakil rakyat melakukan turba (turun kebawah) juga memiliki kepentingan. Jaring asmara dimanfaatkan untuk meraih simpati para calon konstituen. Padahal kegiatan jaring asmara adalah kegiatan rutin tahunan ynag menggunakan APBD, yang tentu berasal dari uang rakyat. Mungkin masih segar dalam ingatan kita, pasca pemilu 2004 apakah para anggota dewan intens melakukan komunikasi dengan konstituennya di daerah-daerah? Justru terkadang mereka sibuk kunjungan keluar kota atau keluar negeri. Namun memasuki saat-saat genting menjelang pemilu 2009, para wakil rakyat menunjukkan seolah-olah bahwa mereka mempedulikan nasib rakyat. Inilah yang aneh, mempedulikan nasib rakyat kok 5 tahunan?
Pesta demokrasi 5 tahunan semakin dekat. Para kontestan saling berpacu agar dapat memenangkan pertarungan pada bulan april nanti. Pernah saya bercanda dengan seorang kawan, dia mengibaratkan pemilu itu layaknya arena smackdown. Segala macam gaya bisa dilakukan, mulai dari gaya tinju, gaya kickboxing, gaya gulat atau bahkan gaya pemukul kursi. Semua bebas dilakukan, asalkan musuh bisa kalah dan tak berkutik. Termasuk juga yang dilakukan oleh para anggota dewan yang memanfaatkan jaring asmara uintuk kepentingan politiknya di pemilu 2009. padahal jaring asmra tersebut menggunakan uang rakyat.
Memang susah untuk merubah semua ini. Masyarakat pun sudah jenuh dengan kelakukan-kelakuan anggota dewan yang tidak konsisten memperjuangkan konstituennya. Parlemen menang harus diubah, menjadi parlemen yang benar-benar mengabdi pada rakyat, bukan parlemen 5 tahunan. Namun secercah titik terang ada dipundak para pemuda-pemuda yang akan maju di pemilu 2009. mereka masih idealis, dan semoga idealisme mereka dapat mereka tularkan ketika mereka duduk di jursi dewan nanti. Semoga.


PROGRAM PERJUANGAN

Tentang program perjuangan.

memperjuangkan pendidikan gratis untuk rakyat miskin.
Seperti yang tertuang didalam pembukaan UUD 1945, tugas negara ialah mencerdaskan bangsa. Caranya dengan apa?yaitu dengan cara pemerintah harus menggratiskan biaya pendidikan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati pendidikan gratis. Ketika biaya pendidikan dapat dijangkau, atau bahkan gratis, tentu sumber daya manusia dapat lebih baik. Ketika pendidikan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, itu menjadi investasi berharga bagi sebuah bangsa karena ke depan akan lahir generasi-generasi baru yang pandai, yang dapat mengabdikan ilmunya demi membangun bangsa dan Negara. Negara memang telah mengalokasikan 20% APBN untuk biaya pendidikan, namun kita tidak boleh terlena dengan kebijakan tersebut, karena anggaran 20% itu bukan murni untuk pendidikan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur, kenaikan gaji guru dll.
Meskipun di Surabaya ada program BOS, namun program ini belum tepat sasaran. Terkadang banyak ditemui pungutan-pungutan liar yang justru dilakukan oleh guru. Sebagai contoh, sebuah SMP di kawasan Surabaya timur menggratiskan biaya pendidikan bagi muridnya. Namun murid masih dikenai biaya lain-lain seperti uang pembangunan yang terkadang dipatok cukup tinggi. Di jembrana Bali, sekolah disana telah gratis. Pemerintah setempat benar-benar berkomitmen untuk membangun Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Inilah yang menjadi salah satu program dari Hendraven D Saragih. Pendidikan ialah hak dasar dari warga Negara yang harus dipenuhi. Ketika Hendraven menjadi anggota dewan, dia akan sepenuhnya memperjuangkan agar pendidikan di Surabaya bisa gratis. Ini bukan sekedar janji-janji belaka, khas bualan omong kosong politikus ketika kampanye. Sekarang ini, hendraven bersama timnya dari SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia) kerap melakukan pendampingan-pendampingan bagi rakyat miskin yang anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak punya biaya. Advokasi ini juga sebagai bentuk penyadaran politik bagi rakyat, agar tahu dan selalu berani untuk memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi haknya. Telah terbukti, meskipun Hendraven belum menjadi anggota dewan dia tetap memperjuangkan nasib rakyat dengan caranya sendiri, bukan sekdar janji-janji manis belaka.

memperjuangkan layanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin.
Kesehatan juga merupakan hak dasar rakyat yang harus dipenuhi oleh negara, karena negara dibentuk untuk mensejahterakan rakyatnya. Tapi sekarang ini kesehatan itu harganya memang amat-amat mahal. Bahkan ada guyonan yang berbunyi ”orang miskin dilarang sakit…!!!!”. ya, itulah potret dunia kesehatan di negeri kita. Sekarang ini memang ada program kesehatan gratis dari pemerintah yaitu jamkesmas (Jaminan kesehatan masyarakat). Namun pendataan jamkesmas tersebut seringkali salah sasaran dan tidak valid. Banyak rakyat miskin didaerah-daerah yang tidak terdata oleh program tersebut. Bayangkan, sebuah keluarga miskin yang anaknya sakit terpaksa dibiarkan menderita di rumah karena tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit. Salah satu program dari Hendraven ialah memperjuangkan layanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin. Caranya dengan apa?caranya dengan melaksanakan program jamkesda (jaminan kesehatan daerah) agar rakyat miskin yang tidak terdaftar sebagai peserta jamkesmas dapat berobat kerumah sakit dengan gratis. Meskipun sekarang Hendraven belum duduk sebagai anggota Dewan, hendraven bersama timnya dari SRMI juga kerap melakukan advokasi/pendampingan bagi warga miskin yang sakit agar dapat menikmati layanan kesehatan grats. Meskipun biaya rumah sakit gratis, terkadang juga ada oknum pegawai rumah sakit yang “nakal”, yang meminta pungli bagi pengguna kartu jamkesmas.

upah yang layak sesuai KHL bagi kaum buruh.
Neoliberalisme, atau penjajahan dalam bentuk baru, yang mencoba melepaskan tanggung jawab Negara dibidang perekonomian dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar benar-benar membuat sengsara kaum buruh. Buruh dipaksa bekerja, namun terkadang gajinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Proses penyusunan UMK selalu diawali dengan melakukan suvei KHL, yang melibatkan dewan pengupahan, serikat buruh, pemkot dan anggota dewan sebagai wakil rakyat. Namun terdakang penyusunan UMK lebih banyak dikendalikan oleh dewan pengupahan dan pengusaha, sedangkan serikat buruh sering tidak diperhatikan. Sebagai contoh, untuk UMK 2009 dewan pengupahan menetapkan Rp 946.000 perbulan. Tentu bila kita lihat kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan harga barang yang lain tidak proporsional dengan UMK yang ditetapkan pemkot. BBM pada bulan mei lalu naik 30%, seharusnya hitungan kasarnya UMK juga naik 30%. Bila UMK tahun 2008 mencapai RP 805.500, UMK 2009 seharunya mencapai 1.047.000 perbulan. Upah 1 juta pun terkadang tidak cukup bagi buruh. Inilah yang menjadi salah satu program perjuangan dari Hendraven yaitu memperjuangkan upah yang layak.


menolak penggusuran, pemberdayaan PKL sebagai kekuatan ekonomi alternative.
Dikota Surabaya, PKL selalu menjadi suatu “penykit menular” yang susah dibasmi. Berbgai kebijakan telah dirumuskan pemkot, namun kebijakan tersebut terkadang bersifat instant, tidak menyelesaikan persoalan, justru menimbulkan persoalan baru. Dengan alasan demi keindahan kota dan mengurangi kemacetan, pemkot kerapkali melaukan penertiban bagi para PKL. Namun setelah ditertibkan, PKL tersebut balik lagi dan terkesan kucing-kucingan. Memang terkadang keberadaan PKL menggangu aktivitas pengguna jalan, namun bila kita juga menertibkan PKL maka 1 keluarga terancam kehilangan mata pencaharian dan berpotensi menambah jumlah pengangguran. Satu solusi dari Hendraven, yang menjadi salah satu program perjuangannya ialah memperdayakan PKL, dengan mendorong kesadaran kesadaran mereka agar mau mendirikan organisasi agar organisasi tersebut dapat memperjuangkan nasib PKL dan agar dapat mengkordinir PKL . ketika PKL memang harus ditertibkan, segera mungkin pemkot harus menyediakan lahan relokasi yang baru, yang tidak terlalu jauh dari lokasi semula mereka berjualan.
Hendraven, bersama teman-temannya dari LMND (Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi) pernah melakukan advokasi bagi PKL buku jalan Semarang pada bulan maret 2008. dan advokasi tersebut berhasil, para PKL yang tergusur dari jalan Semarang mendapat tempat baru untuk berjualan.

APA ALASAN SAYA HARUS MEMILIH ANDA?????
Telah terbukti, bahwa Hendraven benar-benar konsisten berjuang untuk rakyat. Dia melakukan pendampingan bagi warga miskin yang sakit dan tidak bisa sekolah akibat mahalnya biaya. Tak sepeserpun yang ia dapatkan ketika ia melakukan pendampingan-pendampingan. Hendraven ialah caleg yang lain daripada yang lain. Ketika caleg yang lain sibuk berkampanye dengan menghabiskan uang puluhan juta rupiah, dia justru tidak seperti itu. Modal Hendraven ialah semangat dan militansi, karena Hendraven sendiri masih muda (22tahun) dan punya semangat juang yang tinggi. Waktu dan tenaga rela ia berikan untuk melakukan pendampingan-pendampingan. Selain melakukan pendampingan, Hendraven juga kerap memperjuangkan nasib rakyat dengan cara demonstrasi. Sudah tidak terhitung berapa klai dia melakukan demostrasi, mulai dari mogok makan sampai bagi-bagi selebaran dijalan ditemani panasnya terik matahari. .Pendampingan bertujuan sebagai proses penyadaran politik bahwa rakyat harus menuntut haknya, bukan terlena oleh janji-janji caleg dan sembako-sembako yang dibagikan caleg. Para caleg itu bagi-bagi sembako hanya ketika menjelang pemilu saja, setelah pemilu selesai dan mereka menjadi anggota dewan, mereka pasti akan lupa daratan. Sedangkan Hendraven, jadi atau tidak jadi caleg, dia tetap melakukan advokasi-advokasi kesehatan dan pendidikan. Mengapa hal ini terjadi, bukankah caleg-caleg itu dekat dengan rakyat hanya ketika kampanye saja????iya memang benar, namun Hendraven tidak seperti itu. Latar belakangnya sebagai seorang aktivis mahasiswa, yang konsen untuk membangun kesadaran politik massa luas, bahwa mereka harus memilih pemimpin yang benar-benar melayani rakyat. Rakyat sudah cukup dibohongi dengan janji-janji manis politisi, dengan sembako-sembako politisi, dan dengan amplop-amplop politisi. Pemilu 2009 tidak ada alasan bagi rakyat untuk golput karena golput berarti pasrah terhadap nasib dan tidak ingin berubah kearah yang lebih baik. Pilihannya sekarang ialah pilih Golput atau pilih partai yang benar-benar berjuang untuk rakyat?Rakyat harus bisa memilih sosok yang benar-benar konsisten berjuang untuk rakyat, yang memang benar-benar nyata programnya, dan sosok itu ada pada diri Hendraven Desito Saragih.


Negara dan Masyarakat di Indonesia

“Negara berdiri di atas semua kepentingan.” Slogan ini, atau paling tidak yang senada, sudah menjadi klise siap cetak dalam pidato-pidato resmi, berita, dan artikel surat kabar, dan bentuk-bentuk pesan resmi lainnya. Pendapat ini bahkan juga beredar di kalangan ilmuwan sosial Indonesia. Gambaran tentang negara yang berdiri di atas semua kepentingan dan golongan dan senantiasa bersikap adil, agaknya sudah diterima umum dalam berbagai bidang kehidupan. Continue reading this entry »


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!